Selasa, Oktober 21, 2008

Trip To Belitung Part 1

Hari itu, Senin (13/10), setelah rapat redaksi rutin, tiba-tiba aku ditugaskan untuk berangkat dinas luar kota (DLK) ke Belitung. Euforia kesuksesan film Laskar Pelangi nampaknya juga tidak mau dilewatkan oleh media tempat aku bekerja. Jadilah,semua direncanakan dengan mendadak. Sempat kacau karena satu-satunya penerbangan Jakarta-Tanjung Pandan (kota besar Pulau Belitung) sudah fully booked sampai tanggal 16 Oktober, yang tidak mungkin ditolerir mengingat deadline jatuh sehari setelahnya.

Setelah diskusi yang lumayan merepotkan, akhirnya aku dan seorang teman yang juga ditugaskan, memutuskan untuk terbang ke Pangkal Pinang, Pulau Bangka, dan darisana harus memutar otak untuk bisa tiba di tempat tujuan, Desa Gantung, Belitung Timur.

Selasa, (17/10) pesawat yang seharusnya berangkat pukul 18.00 WIB, seperti biasa di-delay hingga pukul 19.00 WIB. Satu jam menempuh perjalanan, aku tiba di Pangkal Pinang, Bangka. Tanpa petunjuk dan tanpa tujuan jelas..hiks...

Untung, di bandara yang luasnya cuma sebesar satu lantai kantorku itu, ada pool taxi yang bisa mengantarkan aku mencari tempat penginapan, karena setelah mencari informasi, satu-satunya jalan untuk tiba di Belitung adalah dengan menempuh jalur laut, menyeberang dengan ferry. Dan ferry baru berangkat pukul 14.00 WIB keesokan harinya.

Tiga puluh menit kemudian, aku dan temanku berhasil mendapatkan tiket untuk berangkat ke Belitung dengan satu-satunya ferry yang ada di Bangka. Tiba waktunya mencari hotel untuk istirahat, karena waktu itu jam tanganku sudah menunjuk angka jam 21.00 WIB. Parahnya, tak banyak hotel berbintang di kota kecil speerti Pangkal Pinang. Tak sampai 5 jumlahnya. Dan kelima-limanya PENUH!! Oh my God..waktu itu rasanya badan sudah lelah sekali, tapi harus terus berputar-putar kota mencari tempat penginapan.

Sampaaaaaaiii akhirnya, ada sebuah penginapan kecil yang lumayan lah, yang hanya menyisakan satu kamar. Mau tak mau, kami harus menginap di situ. Padahal kamarnya aduuuhhhh...mengingatnya pun aku malas....

Esoknya, kami berangkat ke pelabuhan, menaiki kapal Express Bahari jurusan Pangkal Pinang-Tanjung Pandan. Kulihat tiket, kami mendapatan kelas executive yaaaaaaaaaaaannnnggg kupikir sudah merupakan kelas tertinggi. Dan aku pun salaaahh..hiks..Jadi, definisi executive versi Express Bahari adalah dek paling bawah, dengan AC seadanya, kursi bekas pesawat, dan penumpang yang berjubel. Aku sempat was-was..Bagaimana tidak, sepertinya kapal itu sangat melebihi kapasitasnya. Seluruh lorong-lorong yang jadi jalur pemisah sudah penuh dengan barang dan manusia. Sepertinya kapal itu tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk bergerak. Banyak sekali penumpang yang naik tanpa tiket dan menghalalkan semua ruang kosong untuk berdiri, duduk dan selonjor! No one to blame....seperti sudah menjadi adat pengusaa Indonesia untuk menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan lebih banyak...termasuk mempertaruhkan banyak nyawa hari itu di kapal sumpek itu....

Tadinya, perjalanan dijanjikan hanya akan menempuh waktu 4 jam, yang berarti kami akan tiba di Tanjung Pandan sekitar pukul 18.00 WIB, dan kami berasumsi bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Gatung, dua jam dari Tanjung Pandan. Tapi lagi-lagiiiiiii, aku salaaahhh....karena hingga jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, kami belum sampai juga. Tadinya ombak cukup bersahabat, padahal aku sudah menyiapkan amunisi untuk mengusir mual. Koyo hangat ditempel ke pusar, obat anti mabok dua butir pun sudah kutelan. Efeknya, aku tertidur selama 2 jam. Tapi alangkah sengsara nya, karena begitu hari menjelang sore, ombak semakin menggila. Tadinya, duduk di kursi kapal itu seperti naik kereta api, tidak terlalu banyak berguncang. Tapiiiiiii setelah jam ketiga, ombak mulai menunjukkan taringnya. Rasanya, aku seperti dihempaskan ke atas kemudian dilemparkan ke bawah lagi. Begitu terus.....Bisa dibayangkan rasanya...Puji Tuhan, aku tidak sempat muntah..Hampiiirrrr...tapi tidak.

Jam 19.30 WIB, akhirnya kapal sialan itu sampai juga di Tanjung Pandan. Segala bau dan aroma yang bercampur sebelumnya malah semakin menguat karena AC yang sudah padam di saat kapal belum berlabuh. Adooohh...! Nakhoda kapal itu ternyata membutuhkan extra waktu 30 menit hanya untuk menyandarkan kapal ke dermaga yang sudah di depan mata.

Di pelabuhan, Moyo, yang dulunya asisten sutradara III untuk film Laskar Pelangi, dan seorang rekannya sudah menanti dan menjemput kami. Padahal dia baru kukenal sejam sebelumnya, lewat telepon. Karena dialah satu-satunya contact person dari pihak Miles Production yang tinggal di tanjung Pandan. Kelak, si Moyo ini enggan disebutkan sebagai bagian dari Miles, karena kontrak yang sudah tidak mengikat..hehhee..

Untungnya, dia berbaik hati untuk mengantarkan kami ke sebuah restoran untuk makan malam dan berdiskusi soal rencana peliputan kami di sana. Hampir sejam berbincang dan bertukar pikiran, kami kembali dibantu diperkenalkan dengan Pak Herman, yag menyediakan mobil sewaan dan sekaligus menjadi supir untuk kami selama berada di Belitung. Tak banyak yang bisa dilihat dari kota Tanjung Pandan malam itu karena hari beranjak gelap, dan tidak banyak penerangan umum yang dimiliki oleh kota tersebut.

Daripada capeknya jadi double, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju Gantung malam itu juga. Jadilah perjalanan kami tempuh hanya dalamwaktu 1,5 jam, thanx to driver yang paling oke, Pak Herman itu. Syukurnya, di Gantung, ada htel, satu-satunya hotel di satu kecamatan itu...Daaannn hotelnya bagus..gak kalah ama hotel2 lain di kota besar..

Daaaaannn......Setelah kepala ini bertemu kasur dan bantal dan AC....hari itu pun sempurna sudah perjalanan dua hari...

Jumat, Oktober 10, 2008

Ramalan Oh Ramalan...


Dari zaman SMP, aku sudah familiar dengan dunia ramal-meramal. Maklum saja, zaman ketika masih menjadi ABG, apapun yang berbau zodiak, membaca garis tangan, sampai menggunakan rumus 'TRUE LOVE' untuk menghitung persen cinta, kayaknya jadi kebutuhan sekunder di sekolah, selain belajar tentunya..:)


Jadilah, sampai sudah menginjak usia seperempat abad seperti sekarang (hiks!), aku tetap menikmati hal-hal absurb seperti itu. Bahkan, beberapa bulan lalu, ketika mendapatkan bonus setumpuk kartu Tarot dari majalah yang kubeli, aku meyakini, karirku akan cemerlang jika beralih profesi sebagai pembaca kartu Tarot! huhahahhaa..mimpi yang aneh...


Tapi aku menikmati semua hal-hal yang berbau 'membaca masa depan'...Yang paling simpel, melongok ke halaman ramalan bintang tiap kali membaca majalah atau tabloid tentunya..Tidak speenuhnya percaya, tapi sedikit memberi efek yang berbeda kalau kebetulan ramalan yang dibaca mirip dengan kenyataan.


Seumur hidup, aku pernah diramal (ramalan serius yah..) tiga kali, dengan tipe ramalan yang sama, membaca garis tangan. Tapi tiga peramal yang sudah meramalku, berasal dari tiga latar belakang yang berbeda juga. Intinya, aku diramal secara Bali, Batak dan Chineese. Tahun 2006 pertama kali aku diramal di Jogja, oleh teman satu kost ku, yang kebetulan memang memiliki indera keenam dan kemampuan meramal yang oke. Jarang-jarang dia meramal, akrena kemampuannya hanya akan muncul kalau seseorang yang dilihatnya seperti memberikan tanda harus diramal. dan aku, salah satu orang beruntung itu, bersedia diramal. Karena berasal dari Bali, jadi ceritanya kalau sampai di rposesnya, temanku ini hanya akan menjadi perantara, karena sebenarnya, nenek buyutnya lah yang akan menceritakan soal ramalan itu..Serem gak sih???Aku gak percaya, sampai aku digiring ke kamarnya, dia menyalakan dupa khas Bali dan mulai sembahyang..Setelah itu, dia meraih telapak tangan kiri dan kemudian tangan kanan dan mulai meramal....


Intinya..aku akan menikah di umur 28 (huhuhu..) dan memiliki 4 anak (oh my God!). Suamiku bukan orang Batak, tapi seseorang dari suku yang berbeda dan orang jauh (enatah apa maksudnya). Rumah tanggaku kelak tidak akan semulus yang aku pikirkan, banyak konflik. Tapi untungnya, menurut ramalannya, aku tidak akan pernah berkekurangan dari segi finansial (thank God). Menurutnya, aku akan menemukan pekerjaan yang membuatku bertahan lama dan benar-benar cocok di tempat kerjaku yang ketiga (which is sekarang, setelah HSBC dan Trans 7). Buruknya, di masa tuaku, aku banyak mengalami kesusahan dari segi kesehatan (yang tidak mengherankan mengingat gaya makan dan gaya hidup ku yang tidak sehat ini..hiks).


Begitulah isi ramalan versi Bali...Lumayan menegangkan juga seingatku...Yang kedua, aku diramal seorang teman asli Batak, yang mengaku memiliki kemampuan meramal yang jitu dan nyaris jarang salah. Anehnya, ramalannya hampir mirip dengan isi ramalan teman ku yang Bali. cuma dia menambahkan sesuatu,katanya selama ini aku selalu 'diikuti' seorang yang tua. Sumpah, serem abisss...katanya, 'orang tua' ini selalu ada di sekitarku dan menjaga aku. Hmm..enggak tahu kenapa, pikiranku saat itu langsung teringat pada sosok oppung perempuanku yang sudah 9 tahun wafat. Kalaupun benar, ya aku senang dong..kayak punya malaikat penjaga aja..:)


Ramalan yang ketiga, dari seorang kerabat keturunan Chineese yang memang mengasah ilmu meramalnya secara teori. dan mengaku bisa meramal, berbekal segepok teori dan keturunan Chineese yang jitu dengan Feng Shui itu.. Lagi-lagi, ramalannya tidak jauh berbeda dengan dua ramalan sebelumnya. tapi dia menekankan soal jodoh, karena dia melihat, ada seseorang yang sudah sesuai dengan semua ramalan itu yang sedang dekat dengan aku. (mmmh..YA IYALAH!!) dan dia menambahkan, itulah jodohku kelak, selama aku tidak terlalu banyak bermimpi. Aneh, dia tahu kebiasaan yang aku gak pernah kasi tau ke orang, berkhayal sebelum tidur! huahahha...Dia bilang, cara itu tidak akan berhasil ,dan menghambat seseorang itu untuk masuk dan menjadi jodohku..(hmmm..mengingat itu yang terjadi sekarang, kayaknya dia bener deh...hiks!!)


Ya..gitulah..apapun itu, aku tidak terlalu ambil pusing. tapi ketika ada beberapa kejadian dalam hidup, aku suka teringat dengan ramalan-ramalan itu. dan ketika itu terjadi, aku hanya bisa tersenyum kecil aja...


Karena apapun itu, amsa depanku, hidupku kelak...hanya DIA yang tahu..dan aku tidak berencana untuk merusak rencana-Nya yang pasti indah itu, hanya untuk memuaskan keinginanku semata...

Kamis, Oktober 09, 2008

Reminder...

Ceritanya, hari Minggu (05/10) yang lalu, aku menerima SMS dari seorang teman..isinya ucapan selamat hari Minggu dalam bahasa Batak (hehehe..). Di antara ucapan itu, dia, temanku ini menyisipkan sebuah ayat Alkitab Yesaya 40:29-31..Tadinya aku gak begitu 'ngeh'. Aku pikir itu hanya ucapan selamat hari Minggu yang standard, seperti Minggu-Minggu yang sebelumnya.

sebelum hari itu berakhir, aku tiba-tiba teringat dengan ayat alkitab yang aku terima dari temanku itu..Jadilah, sebelum tidur aku membuka Alkitab, mencari tahu isi ayat itu. Tak disangka, begitu aku membacanya, aku langsung lemas, karena itu adalah ayat tuntunan yang diberikan langsung oleh pendeta ku sewaktu aku menjalani ritual Baptis Sidi di Medan, 9 tahun yang lalu..(kalau di kristen, setiap anak yang memasuki masa remaja, harus menjalani prosesi Baptis Sidi atau Baptis Dewasa, untuk mengukuhkan kepercayaan Kristen mereka. setelah belajar alkitab selama 3 bulan, biasanya anak yang bersangkutan baru berhak menerima sakramen peneguhan Baptis Sidi, dan menerima Perjamuan Kudus untuk pertama kalinya).

Aku terkejut, karena menyadari sudah terlalu lama aku mengabaikan ayat ini. Ayat yang dulunya diperuntukkan menjadi pegangan untukku, hanya untukku. Usai membacanya, aku menangis...aku merasa sudah terlalu jauh dari Tuhan..dan aku merasa Tuhan mengingatkan aku...Untuk sadar, kalau dia selalu ada....Bahkan ketika kau meninggalkan Nya...

aku bersyukur, hari itu Tuhan mengingatkanku melalui ayat itu..dan aku berterimakasih untuk 'mu' yang sudah mengingatkan aku..Terima kasih...Sekarang aku sedang berada dalam masa tersulit dalam hidupku, dan rasanya beban ini semakin ringan setelah membaca ayat ini...Karena aku tahu, aku tidak sendiri....

Isaiah 40:29-31
(29) He gives power to the faint and weary, and to
him who has no might He
increases strength
(30) Even youths shall faint
and be weary,
and young men shall feebly
stumble and fall
exhausted;
(31) But
those who wait for the Lord shall change and renew
their strength
and power;
they shall lift their wings and mount
up as eagles; they shall
run and
not be weary, they shall walk and
not faint or become tired.
Yesaya 40:29-31
(29) Dia
memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah
semangat kepada yang tiada
berdaya.
(30)
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh
tersandung,
(31)
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka
seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan
tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Early Christmas.....


Hari ini, setelah semua pekerjaan kantor yang menumpuk sudah terselesaikan dengan baik dan benar..Aku punya banyak waktu berleha-leha di kantor...

Termasuk untuk mencuri dengar download-an lagu-lagu Natal yang lagi didownload ama Wisnu, temen kantor yang duduk di meja sebelah...:))


Udah Oktober looh..dua bulan lagi Natal-an..gak berasa..kayaknya baru kemaren habis Natalan...Jadi, mumpung sedang senggang, nostalgia mendengarkan lagu-lagu natal asyik deh..


Natal ini..i already got my own wish..Kayak judul lagu X'Mas nya Mariah Carey yang lagi aku dengarkan sekarang...All I Want For Christmas Is You....huhuhuhuhuhu....


cant wait for Christmas already..

Sabtu, Oktober 04, 2008

Treatment Day


Jadi, ceritanya....Liburan membosankan ini hampir usai...Sekarang masuk hari ke delapan liburan. Yang artinya, besok adalah liburan terakhirku. Di hari ke delapan ini, aku memutuskan untuk merawat diri. Hehhee...

Ya iyalah, 7 hari sebelumnya aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah, menonton DVD, berbelanja, mencuci, menyetrika, memasak dan banyaaakkk lagi. Akhirnya, tadi pagi-pagi aku memutuskan, kegiatanku hari merawat diri sendiri.

Jadilah, aku mengumpulkan ‘gadget’ andalan. Yang ternyata anyak juga kalau dikumpulin. Daftarnya, pore pack buat komedo, lulur kocok untuk badan, masker bengkoang untuk muka, 2 jenis shaver, untuk kaki dan untuk alis..hehhee..apalagi yah...kapas pembersih, tisu wajah, tisu basah, hand&body lotion, cotton buds, hair masker, shine curl milk untuk rambut juga, air hangat, cermin kecil, nail growth booster, facial cleanser. Komplit!!

Ritual yang aku jalanin lumayan banyak euy..mulai jam 1 pagi sampaaaaaiiii jam 3 sore baru kelar semua..hebat!! Sekarang rasanya rapih jali..hmm..paling Cuma bertahan seminggu neh..pasti udah gak enak lagi rasanya..dan pastilah seminggu lagi aku gak punya banyak waktu kayak sekarang yah?huahahhahaha....Kayak Cinderella kelewatan jam malam nya..hiks...

Jumat, Oktober 03, 2008

Too Much Love Will Kil You...

Malam ini aku menyadari sesuatu. Sesuatu yang harusnya sudah menggugah perasaan dan logika ku sejak beberapa bulan lalu. Aku harus menyudahinya. Beberapa hari ni aku banyak meluangkan waktu untuk berfikir, bahwa ini tidak ada masa depannya. Sulit untukku, karena aku terlanjur berharap banyak untuk ini. Sejak awal, aku sudah meyakini ini akan berhasil, ini menjadi jawaban atas doa-doa ku. Ternyata meleset.

Dulu, aku bertemu dengannya pada waktu dan moment yang tepat. Dia yang merubah hidupku. Dan aku tidak pernah berhenti bersyukur untuk itu. Tapi sekarang, aku harus menyudahinya. Sekarang, aku tidak memiliki apa-apa lagi untuk menggantungkan harapanku.

Terlalu menyakitkan untukku, untuk melanjutkan ini. Aku merasa semua pikiran dan perasaanku tertutupi oleh rasaku untuknya, sampai aku tidak bisa membaca pertanda buruk yang akan menghantamku. Sekarang, setelah beberapa saat, aku menemukan titik awal. Meski kemanapun aku pergi, dan apapun yang kulakukan, kau masih ada.

Aku tidak mau berakhir menjadi korban untuk apa yang kumulai dengan doa dan kasih sayang. Jadi, aku mengambil keputusan untuk meninggalkan semuanya. It’s so hard...tapi aku bisa kok. Andai dia tahu itu...Aku ingin sekali bertemu denganToo Much Love Will Kill You

Malam ini aku menyadari sesuatu. Sesuatu yang harusnya sudah menggugah perasaan dan logika ku sejak beberapa bulan lalu. Aku harus menyudahinya. Beberapa harii ni aku banyak meluangkan waktu untuk berfikir, bahwa ini tidak ada masa depannya. Sulit untukku, karena aku terlanjur berharap banyak untuk ini. Sejak awal, aku sudah meyakini ini akan berhasil, ini menjadi jawaban atas doa-doa ku. Ternyata meleset.

Dulu, aku bertemu dengannya pada waktu dan moment yang tepat. Dia yang merubah hidupku. Dan aku tidak pernah berhenti bersyukur untuk itu. Tapi sekarang, aku harus menyudahinya. Sekarang, aku tidak memiliki apa-apa lagi untuk menggantungkan harapanku.

Terlalu menyakitkan untukku, untuk melanjutkan ini. Aku merasa semua pikiran dan perasaanku tertutupi oleh rasaku untuknya, sampai aku tidak bisa membaca pertanda buruk yang akan menghantamku. Sekarang, setelah beberapa saat, aku menemukan titik awal. Meski kemanapun aku pergi, dan apapun yang kulakukan, kau masih ada.

Aku tidak mau berakhir menjadi korban untuk apa yang kumulai dengan doa dan kasih sayang. Jadi, aku mengambil keputusan untuk meninggalkan semuanya. It’s so hard...tapi aku bisa kok. Andai dia tahu itu...Aku ingin sekali bertemu dengannya, sekali lagi, untuk terakhir kalinya...

I love you..that’s why i’m letting you go....Hmmm..sekarang aku baru mengerti rasanya jadi Freddy Mercury..because too much love will kill you.....hmmmpphh...

www.rumahyetta.com

Kamis, Oktober 02, 2008

Mati Gaya

Hari ini, hari kelima liburan Lebaran..Sumpah, aku udah mati gaya!!! Gak tau mau ngapain lagi...Liburan kali ini emang rada aneh. Aku, di kantor baruku yang lebih manusiawi ini, berhak atas libur dengan total 9 hari!! (tanggal 27/09-05/10). Tadinya bersemangat sekali menanti tanggal 27 yang keramat itu. Maklum aja, tiga minggu sebelumnya, pekerjaan menumpuk se-menumpuk-menumpuknya. Gila-gilaan lah, sampai aku sakit sehari dan harus istirahat di rumah...

Tapi sekarang, masuk hari kelima, aku udah kehabisan ide harus bagaimana lagi mengisi liburan ini. Hari pertama, aku habiskan dengan tidur..:), maklum, deadline berturut2 membuat jadwal tidur seminggu terakhir agak berantakan. Hari kedua, bosan di rumah, aku berkunjung ke rumah keponakan, lumayan, membunuh waktu seharian di tengah keponakan ku yang ceriwis itu..

Hari ketiga, aku keluar rumah, demi menepati janji dengan seorang teman sampai sore, setelah itu, aku membunuh waktu dengan menonton DVD sampai pagi!! huahhahaha...DVD serial korea Coffe Prince itu, habis kutonton, padahal totalnya ada sekitar 18 episode!! Hebat...
Hari keempat..masih bisa ditoleransi, seharian mendung, nyetel musik2 jadul..U2, Aerosmith, Air Supply sampai yang 'masa kini' kayak Norah Jones, Justin Timberlake..sambil membereskan rumah yang berantakan ini...Semua sudut sudah kubersihkan, masak, nyapu, ngepel, nyetrika, cuci piring, mengatur ulang perabotan,semua udaahhh!!!

Hari kelima, sekarang, aku benar-benar mati gaya..hiks..Bangun kepagian, udah gak tau mau ngapain, jam 10.00 nganter sepupu ke DAMRI bandara, habis itu aku mampir di mall, wi-fi gratisan..hmm..nah, habis ini, ga tau deh mo kemana..

Tadi barusan terima telepon dari temen yang juga lagi mudik..."Yettaaaaaa....aku mati gaya..udah gak tau mau ngapain...!!" Lah....padahal dia Lebaran, di rumah lagi..bisa bosen??huahhahaha...ternyata aku gak sendiri..

Dasar manusia..giliran kerja, minta libur..dikasih libur dua hari kayaknya kurang..dikasih libur 9 hari, gak tahan pengen balik ke kantor..ck..ck..ck...

MATI GAYA lah pokoknya....:(