Selasa, Juni 10, 2008

Gak Semangat...

Maaf..hari ini aku tak semangat untuk menulis..
Gak ada yang menarik di hidupku hari ini...

Maaf..

Senin, Juni 09, 2008

COKELAT..


Hari ini grup COKELAT mampir ke kantor ku...aku pun ditugaskan untuk mewawancarai mereka..seru..aku paling seneng kalau dapat penugasan kayak gini..bisa lebih akrab sama nara sumbernya, dengan situasi yang menyenangkan..asiikkk...

Ngobrol banyak..soal band dan banyak lagi...tanggal 25 Juni mereka ulang tahun ke 12, mereka janji untuk ngundang kami..mudah-udahan kesampaian..:)

COKELAT rules!

Minggu, Juni 08, 2008

Sewindu..


Juni ini..sewindu sudah aku, anak sulung pergi meninggalkan rumah untuk meraih cita-citanya..:)

Gak terasa....aku ingat sekali, tanggal 1 Juni 2000, delapan tahun yang lalu..si anak sulung ini melangkah keluar dari rumah untuk pertama kalinya..


Si anak sulung ini tak sulit menyakinkan hati kedua orang tuanya untuk pergi merantau ke pulau seberang..Meski anak sulung ini adalah anak perempuan satu-satunya yang dimiliki orang tuanya..dengan ihklas dan segudang harapan, orang tuanya melepaskan kepergiannya...


Si sulung pun berangkat, ditemani sang Mama menumpang Kapal Laut..(aku lupa namanya)..maklum..zaman itu pesawat masih untuk mereka yang 'berada'..Setelah 3 hari yang melelahkan, dia tiba di Jakarta dan harus melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta, tempat yang akan mengubah jalan hidupnya kelak...


Seminggu pertama adalah saat yang paling sulit untuknya, di malam-malam penuh sepi, air mata selalu menghiasi...apalagi kalau wajah Bapak, Mama dan adik-adiknya melintas bak slide show...tumpahlah air mata nya..rindunya tak tertahankan..


Seiring waktu..si sulung berbenah dan memantapkan niatnya sebagai perantau sejati yang akan sukses..!! Lima tahun berlalu, air matanya kembali tertumpah untuk kesekian kalinya..bukan karena sedih, namun terharu melihat rasa bangga yang terpancar jelas di mata orang tuanya ketika melihat putri sulungnya mengenakan toga tanda satu tahap telah sukses dilaluinya...Bapaknya malah tak henti mengumbar senyum penuh kebanggaan, melayani semua tukang foto keliling untuk mengabadikan moment yang baru pertama kali dialaminya..Si sulung kelak mengamini bahwa inilah salah satu moment terbaik dalam hidupnya...


Tujuh bulan sesudah moment terbaik itu...airmata dan mimik prihatin selalu menghantui si sulung..maklum, pekerjaan belum menghampirinya..status menjadi pengangguran ternyata membuat raut duka yang jelas tertangkap di wajah kedua orang tuanya...Sampai doa mereka dikabulkan.. Untuk pertama kalinya, si sulung bekerja di sebuah Bank asing terkemuka di ibukota....tetap jauh dari orang tua..


Ketika menerima gaji pertamanya, si sulung dengan girang mengabarkan kepada orang tuanya..kembali, itu saat-saat yang membahagiakan mendengar tawa bahagia mereka....Delapan bulan kemudian, si sulung memutuskan meraih mimpinya yang tertunda menjadi pekerja televisi...Dengan doa dan restu orang tuanya, si sulung berhasil menyisihkan 100.000 pelamar!! Orang tuanya sangat bangga waktu itu...kalau ditanya oleh temannya, "anakmu kerja dimana?"..maka dengan mantap dia menjawab, "jadi reporter di T****7"....Maka sekali lagi, si sulung pun merasa telah membahagiakan kedua orang tuanya...


Setahun berlalu,si sulung merasa perlu membenahi diri dan idealismenya..maka berhentilah ia dari pekerjaan yang seharusnya menjadi mimpinya..tanpa sesal, si sulung pun harus menganggur kembali...namun Tuhan memang punya rencana besar untuk si sulung ini...sebulan kemudian ia diterima menjadi wartawan di sebuah kelompok media terbesar di negeri ini...dan minggu lalu, si sulung mendapat sms dari Bapakknya yang isinya bisa membuatnya berkaca-kaca..." Kami udah baca tulisanmu, ada 3 tulisan yang masuk kan? Kami bangga, Horas"...


Ternyata si sulung tak perlu award apapun untuk mengukur kebanggannya..gak perlu gaji setinggi langit..si sulung hanya butuh dua baris kalimat itu untuk yakin pada dirinya sendiri, bahwa ia telah membahagiakan orang tuanya...


Hanya satu lagi utang yang harus dibayar si sulung...Menikah dan memberikan cucu untuk orang tuanya....


Semoga saja........................

Kenapa yah..??


Hidup itu..hidupku tepatnya..sekarang seperti roller coaster..cepat sekali perubahan datang..gak sampe hitungan jam, bahkan hari..kenapa yah??


There are so amazing things happen to me lately..dan berbanding lurus juga sama kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan hati..cuma berganti dengan cepat..terlalu dinamis menurutku...kenapa yah??


Menit ini aku bisa jadi girang sekali..tapi dua menit berikutnya, aku murung..banyak sekali yang kupikirkan akhir-akhir ini..sampai aku merasa over loaded kayanya..capek..bukan secara fisik, tapi secara psikis..kenapa yah??


Semoga ada jawaban...untuk semua pertanyaannku...

Jumat, Juni 06, 2008

R.I.N.D.U

Ada seseorang yang sangat ingin kutemui saat ini....
Ingin sekali....
Ntah kalau dia juga berpikiran yang sama dengan ku....
Aku rindu.....

Sehari Bersama Afgan

Ini tulisanku untuk dimuat Senin besok.......
------------------------------------------------------------------------------------------------

Sehari Bersama Afgan
Full of Love

Sebagai pendatang baru, Afgan Syahreza sudah membuktikan keberhasilannya menembus peta musik Indonesia sebagai penyanyi solo pria yang layak diperhitungkan. Dengan karakter suara yang berat dan pembawaan yang membumi, Afgan sukses menjadi idola baru Indonesia. Sosoknya yang ramah pun berhasil memikat hati penggemarnya.
Sederetan agenda promo dan manggung juga ternyata tak menyulutkan semangat anak kedua dari empat bersaudara ini untuk tetap tampil prima. Hari Kamis (05/06) yang lalu, kami berkesempatan mengintip kegiatan Afgan seharian penuh. Hari itu, jadwal Afgan memang tak terlalu padat. Kami bertemu dengan Afgan di lokasi pemotretan untuk model sampul sebuah majalah anak-anak. Jadwal pemotretan yang seharusnya dimulai jam 13.00 WIB pun sempat molor hingga satu jam karena Afgan terlambat datang. “Iya nih, jalanan macet banget, eh, begitu nyampe lobby bawah tadi langsung ditodong foto-foto bareng sama orang-orang,” ujarnya ramah.
Sambil menunggu pemotretan, Afgan berbicara banyak soal kehidupannya yang berubah drastis setelah sukses menjadi penyanyi. “Lagi enjoy-enjoy nya. Sekarang tiap ada tawaran aku oke-in aja, mungkin karena akunya enjoy banget ngelakuinnya. Mungkin ke depannya bisa dibatasin, tapi sekarang nggak lah. Sekarang rata-rata seminggu aku manggung empat sampai lima kali, aku senang-senang aja,” tuturnya.
Karena jadwal dan tawaran manggung yang cukup banyak, Afgan mengaku sempat keteteran menjalani kuliahnya. Namun, pria kelahiran 27 Mei 1989 ini tak pernah mau meninggalkan kuliah demi karir. “Itu udah jadi janjiku ama orang tua. Dulu aku dikasi izin untuk terjun ke dunia hiburan ini juga dengan satu syarat, pendidikan harus beres. Kuliah ku memang berjalan tidak begitu mulus tapi tetap lanjut. Boleh sih tersendat-sendat, yang penting gak sampai cuti,” tutur mahasiswa semester dua Fakultas Ekonomi Kelas Internasional di Universitas Indonesia ini. Afgan bahkan berniat untuk melanjutkan studinya ke jenjang S2 di Australia kelak.
Sambil dirias untuk pemotretan, Afgan sempat bercerita soal latar belakang namanya yang cukup unik “Aku itu lahir waktu perang Afghanistan tahun 1989, pas banget lah. Kata Papa, waktu Mama lahiran, di TV itu lagi pada ribut soal perang Afghanistan. Trus, Papa dengar dan dapat inspirasi deh,” tambahnya.
Selama pemotretan, Afgan terlihat sangat santai. Dengan senyum andalannya, Afgan sangat akrab dengan lensa kamera. Dua jam berlalu, pria berdarah Padang-Sunda dan Arab masih menyempatkan diri meladeni foto bareng dengan penggemar-penggemarnya. Sampai saat ini, Afgan selalu canggung jika harus berhadapan dengan orang banyak. “Suka malu aja, gak tau kenapa. Dari kecil emang bawaanku udah kaya gitu. Udah malu aja deh pokoknya,” ungkapnya tersipu. Ada cerita lucu ketika Afgan bertemu dengan idolanya, Dewi Sandra. “Aku itu kalem banget kali ya. Waktu ketemu Dewi Sandra untuk pertama kali aku excited banget, tapi malu. Aku sempat nyanyi juga sama dia, tapi tetap malu-malu. Aku sempat salah tingkah, untung Dewi nya ngerti,” paparnya.
Usai merampungkan pemotretan, Afgan pun meluncur ke studio Wannabe di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan dengan mobil Honda City berwarna abu-abu miliknya. Di sana Afgan sudah dijadwalkan untuk diwawancarai oleh sebuah majalah. Sehari-harinya Afgan selalu ditemani seorang asisten pribadi dan supir. “Aku itu sebenarnya bisa nyetir. Dulu sebelum banyak kegiatan kayak gini, aku biasa nyetir sendiri. Sekarang udah capek kalau harus nyetir juga,” kata pria berlesung pipit ini.
Sesampainya di studio, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Sebelum diwawancara, Afgan sempat bercengkrama dengan rekan-rekannya dari manajemen. Di studio ini pula, kali pertama bakat Afgan ditemukan oleh seorang produser. Dengan single romantisnya bertajuk Terima Kasih Cinta, Afgan berhasil menancapkan eksistensinya di musik Indonesia. Tapi ternyata tema romantis berbanding terbalik dengan pembawaannya sehari-hari. “Aku gak romantis sih. Aku kan suka malu-malu kucing gitu. Kalau mau melakukan sesuatu yang romantis itu kan pasti butuh energi ekstra, aku jadi salah tingka sendiri. Pokoknya gak romantis lah,” ujar alumnus SMUN 34 Jakarta ini.
Namun dibalik sosoknya yang tidak romantis, Afgan tetap mampu memikat hati banyak wanita. Soal status, Afgan mengaku saat ini sedang jomblo. “Sekarang masih dalam proses pencarian. Yang pembawaannya enak aja, ngeliat dia enak, kalau ngobrol nyambung. Fisik sih bukan segalanya. Yang penting aku selalu nyaman di dekat dia,” ungkapnya soal kriteria kekasih idaman. Pemberitaan seputar isu hubungan nya dengan Eva Celia, putri aktris Sophia Latjuba pun tidak ditanggapinya dengan serius. “Pemberitaan yang positif diterima, yang negatif dibuang. Selama itu gak mengganggu aku gak nanggapin. Yang penting aku jalanin hidupku happy dan enjoy, “ tegasnya.
Pukul 18.30 WIB, Afgan meladeni wawancara di sudut studio. Dengan telaten, putra pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini menjawab dengan lugas tiap pertanyaan yang diajukan kepadanya. Sesekali senyum menghiasi wajahnya. Usai menjalani wawancara, Afgan memasuki studio mini untuk merekam suaranya untuk dijadikan iklan untuk Ring Back Tone (RBT) single keduanya berjudul Sadis.
Hari itu Afgan bisa lega karena tidak terlalu banyak kegiatan yang harus dijalaninya, dan memberikan waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarganya. “Sekarang kan hampir tiap hari aku pulang malam. Mama sih suka protes, karena takut ganggu kuliah. Tapi biasanya kalau pulang malam, aku masih nyempatin untuk ngobrol ama Mama, Papa atau siapa aja yang masih belum tidur lah. Lagian kalau manggung di Jakarta biasanya keluarga suka nonton. Pokoknya aku punya quality time yang cukup aja lah ama mereka, “ tutur Afgan.
Semenjak disibukkan dengan setumpuk kegiatan, Afgan pun selalu merasa kekurangan tidur. Itu sebabnya, jika tidak ada kuliah, Afgan baru beranjak dari tempat tidurnya menjelang tengah hari. “Sekarang aku banyak tidur dan tidur. Mumpung kuliah lagi libur. Kalau malam sih aku punya kebiasaan harus browsing internet sebelum tidur. Suka aja ngeliat video-video live performance artis-artis luar negeri untuk bahan referensi. Suka dengerin lagu-lagu baru mereka,” ujarnya.
Hari pun beranjak malam. Di ujung perpisahan kami, Afgan bercerita soal mimpi-mimpi dan rencananya ke depan. “Aku pengen banget punya bisnis apa aja lah, baju, coffee shop atau bakery. Aku juga pengen pergi keliling Eropa, terutama London. Pengen mendaur ulang lagu-lagu almarhum oom Chrisye, dan yang penting dan mudah-mudahan kesampaian, aku pengen go international,” tuturnya mantap.
Hari itu ditutup dengan jabat tangan hangat dari Afgan dengan harapan kita bisa bertemu di lain waktu. Sosoknya yang ramah dan murah senyum nampaknya akan cepat melekat di hati orang-orang yang pernah mengenalnya. Afgan memang full of love!!
Yetta Angelina

No Air.. (theme song-ku sekarang)

If I should die before I wake
It's 'cause you took my breath away
Losing you is like living in a world with no air
I'm here alone, didn't wanna leave
My heart won't move, it's incomplete
Wish there was a way that I can make you understand
But how do you expect me to live alone with just me
'Cause my world revolves around you
It's so hard for me to breathe
Tell me how I'm supposed to breathe with no air
Can't live, can't breathe with no air
That´s how I feel whenever you ain't there that's no air, no air
Got me out here in the water so deep
Tell me how you gonna be without me
If you ain't here, I just can't breathe there's no air, no air
I walked, I ran, I jumped, I flew
Right off the ground to float to you
There's no gravity to hold me down for real
But somehow I'm still alive inside
You took my breath, but I survived
I don't know how, but I don't even care
So how do you expect me to live alone with just me
'Cause my world revolves around you
It's so hard for me to breathe